Quick Info
 

BIMBINGAN PENDAMPINGAN PENERAPAN INTEGRASI SNI ISO 9001 : 2015 DAN SNI ISO 37001 : 2016

Selasa, 10 April 2018 | 05:03:39 WIB
 
 

Serang – pada tanggal 4 - 6 April 2018 telah dilaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Pendampingan Penerapan Integrasi SNI ISO 9001 : 2015 Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001 : 2016 yang bertempat di Ruangan Aula Inspektorat Kabupaten Serang dengan Narasumber Bapak Evan Buana, ST, M.Si dan Ibu Septiana Isnaeni, STP dari Pusat Sistem Penerapan Standar SNI serta Bapak Yudrika Putra, SH dari Inspektorat BSN.

Adapun rangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama 3 (tiga) hari dalam rangka mengikuti Bimbingan Teknis tersebut meliputi ;

1. Pengenalan awareness dan pemahaman proses penerapan standar kepada tim penerap standar Inspektorat Kabupaten Serang dan perwakilan OPD Kabupaten Serang yang telah melakukan kesepakatan kerjasama untuk menerapkan standar, sebagai bentuk kepedulian inspekjtorat Serang terhadap tindak lanjut PKS yang telah ditandatangani. Hasil diskusi diperoleh kondisi awal masing-masing OPD:

- Dinas PUPR, akan menerapkan SNI ISO 9001 dan SNI ISO 17025 pada lab nya dengan memfokuskan pada ruang lingkup pengujian yang telah siap, pada pengujian struktur, pengujian geoteknik dan pengujian material jalan

- Dinas Kependudukan dan catatan sipil, telah mendapatkan bimbingan teknis penerapan SNI ISO 9001 dari konsultan, namun belum di sertifikasi. Hal ini menjadi peluang dalam menerapkan instegrasi SNI ISO 9001 dan SNI ISO 27001.

- Dinas Koperasi dan UMKM, akan memberikan prioritas pada bimbingan teknis bagi umkm yang difasilitasi penuh oleh BSN, kemudian melakukan gap analisis penerapan SNI ISO 9001 di lingkungan dinas dan melakukan gap analisis kepada pasar rakyat yang dianggap baik untuk penerapan SNI 8152.

- Inspektorat, adalah inisiator penerapan SNI di Kabupaten Serang, telah mendapatkan awareness SNI ISO 9001 dan SNI ISO 37001 pada Tahun 2017. Proses pendampingan bimtek penerapan dimulai pada tamggal 4-6 April 2018.

2. Pemaparan terkait konteks organisasi sesuai klausul 4 pada SNI ISO 9001 dan SNI ISO 37001, yang meliputi: metode penyusunan isu ekternal dan ionternal organisasi yang diputuskan menggunakan pendekatan analisis SWOT dengan melihat dokumen rencana strategi dan rencana kerja inspektorat kabupat Serang

3. Berdasarkan huruf b) akan ditindaklanjuti dengan :

- membuat daftar isu ekternal dan internal organisasi

- membuat daftar analisis kebutuhan dan harapan stakeholder

4. Berdasarkan hasil diskusi merekomendasikan untuk ruang lingkup penerapan SNI ISO 9001 dan SNI ISO 37001 pada proses bisnis utama dilingkungan inspektorat, yang meliputi kegiatan pemantauan dan pengaduan.

5. Penelaahan manajemen resiko berbasis SPI pada inspektorat kabupaten Serang

6. Diskusi terkait dukungan (klausul 7), yang terdiri dari infrastruktur dan SDM. Tim penerap akan menyiapakan dokumen terkait dukungan baik berupa daftar aset, daftar SDM dan kompetensi yang dibutuhkan serta prosedur yang terkait didalamnya.

7. Melakukan gap analisis dan diskusi dalam penyusunan analisis resiko menggunakan SPI (berdasarkan kepada PP 60/2008). Inspektorat Kabupaten Serang telah memiliki daftar resiko hingga tindakan mitigasi resiko. Kegiatan menghasilkan form SPI yang disempurnakan dengan resiko anti penyuapan dan sepakat menambahan form sumber resiko sebagai bagian dari sistem manajemen. Form sumber resiko akan dikaitkan dengan isu eksternal dan isu internal serta kebutuhan dan harapan stakeholder.

8. Menyusun proses bisnis inspektorat Serang pada level organisasi berbasis PDCA dan level tahapan operasional melalui proses diskusi. Kegiatan ini telah menghasilkan proses bisnis organisasi inspektorat dan proses bisnis pada tahapan operasional yang berbasis proses (input-proses-output), yang meliputi kegiatan pemantauan dan pengaduan. Proses bisnis tersebut akan disempurnakan oleh tim penerap sebelum pertemuan selanjutnya.

9. Berdasarkan diskusi dan kondisi organisasi, tim sepakat untuk menggunakan panduan penerapan SMM dan SMAP untu memudahkan setiap SDM memahami sistem manajemen secara keseluruhan.

10. Diskusi terkait kepemimpinan (klausul 5) yang terdiri dari:

- Pimpinan puncak, pimpinan puncak adalah Inspektur

- Fungsi Kepatuhan, akan didiskusikan keberadaanya dan dilaporkan sebelum pertemuan berikutnya

- Bentuk Dewan pengarah pada dasarnya tidak terdapat pada organisasi inspektorat, namun secara administratif yang dapat menjadi atau mengemban tugas dewan pengarah adalah Bupati, wakil bupati dan Sekretaris Daerah

- Kompetensi

11. Pemaparan konteks dan Diskusi mekanisme evaluasi (klausul 9) yang terdapat pada Inspektorat kabupaten Serang yang telah melakukan proses audit internal per semester untuk kegiatan pemantauan, namun belum menyentuh kegiatan pengaduan. Kegiatan audit internal perlu dibuatkan prosedurnya

12. Tim pendamping membuat kerangka panduan penerapan SMM dan SMAP dan melakukan pembahasan bersama tim penerap. Tindak lanjut dari kegiatan ini tim penerap akan menyusun:

- Panduan penerapan SMM dan SMAP sebelum pertemuan selanjutnya.

- Daftar dokumen (Prosedur, Formulir, regulasi dan dokumen pendukung lainnya) berdasarkan proses bisnis yang telah dibuat dengan pendekatan PDCA

13. Mereview analisis resiko dan Panduan penerapan SMM dan SMAP

14. Pemaparan hasil pendampingan selama 3 hari dan tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh tim penerap SNI di inspektorat Kabupaten Serang

Proses pertemuan selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 17 dan 18 April 2018 dan pada tanggal tersebut diharapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan untuk kelengkapan sertifikasi SNI ISO 9001 dan SNI ISO 37001 sudah dapat dilengkapi. Hal ini merupakan suatu tantangan tersendiri bagi tim penerapan SNI ISO 9001 dan SNI ISO 37001 Inspektorat Kabupaten Serang yang bertekad untuk sesegera mungkin dapat memperoleh sertifikasi

 

Fields with * are required.

Komentar

No results found.

Berita Lainnya

JADWAL SHOLAT

FOTO KEGIATAN

#

Online Chat

Social Media

#
#
#
#

Hukum Inspektorat

TAUTAN

# # # # # #

FACEBOOK

 

TWITTER