Quick Info
 

Nilai UN SMA Bisa Dipakai untuk Seleksi PTN

Kamis, 14 November 2013 | 08:07:33 WIB
 
 

Terbongkarnya kebocoran soal di sebagian besar wilayah, tidak membuat perguruan tinggi negeri (PTN) mengacuhkan hasil ujian nasional. Mereka tetap memakai nilai unas sebagai parameter penilaian seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri  (SNMPTN), meski prosentasenya rendah.

Di ITS, nilai unas hanya dipakai lima hingga 10 persen sebagai pertimbangan kelulusan SNMPTN.  Humas SNMPTN dari ITS Ismaini Zain mengungkapkan rendahnya prosentase nilai unas ini karena banyak parameter yang dipakai seperti indeks sekolah, indeks individu serta pertimbangan daerah.  

Untuk indeks sekolah dilihat dari akreditasi, prestasi alumni yang berkuliah di ITS tiga tahun terakhir serta nilai SBMPTN siswa di sekolahtersebut tiga tahun berturut-turut. Sedangkan nilai individu dilihat dari nilai raport semester pertama hingga kelima serta prestasi lain yang relefan.

“Dengan melihat hal itu akhirnya kebijakan ITS hanya memakai nilai unas tak lebih dari 10 persen,”terang Ismaini yang juga panitia SNMPTN pusat.

Dalam memasukkan nilai unas, pihaknya memiliki teknik dan strategi tertentu, tak sekadar memasukkan prosentasenya saja.

Apakah ada pembedaan siswa dari daerah tertentu yang terindikasi kebocoran soal seperti Lamongan? Menurut Ismaini pembedaan itu sulit dilakukan. “Ini (nilai unas) kan  individu, tidak boleh justice siswa. Bagaimana mana kita tahu kalau siswa itu pakai kunci jawaban atau tidak, kan susah sekali menentukan. Tetapi bagaimanapun semua materi yang masuk sudah kami pertimbangkan,”tandasnya.

Diungkapkan Ismaini, proses SNMPTN kini sedang memasuki finalisasi. Hari ini trakhir PTN mengupload hasil seleksi untuk peserta yang memilih PTN pertama.

Dari ITS yang memilih pertama ada 16.850 peserta. Dan pihaknya sudah mendapatkan 1.691 peserta yang lolos sementara untuk semua program studi.

Namun 1.691 peserta ini belum tentu lolos karena pihaknya masih akan melakukan proses seleksi peserta yang memilih ITS sebagai PTN kedua.

Proses seleksi pilihan kedua ini akan berlangsung mulai tanggal 22 hingga 24 Mei 2014. “Meski saat ini kami sudah mendapati daftar peserta yang lolos sesuai dengan kuota ITS, tetapi masih ada kemungkinan berubah. Bisa jadi peserta yang memilih ITS sebagai PTN kedua nilainya lebih baik sehingga bisa menggeser peserta sudah lebih dulu masuk,”terang doctor ilmu Statistika.

Proses seleksi kedua ini diserahkan ke masing-masing PTN. PTN yang tidak mau menyeleksi peserta yang memilihnya kedua, bisa langsung mengajukan hasil seleksi pertamanya saja.  

Hasil terakhir seleksi ini selanjutnya akan dibawa dalam rapat rektor dan wakil rector yang akan berlangsung di Jakarta  tanggal 25 hingga 27 Mei 2014. Di rapat ini akan dibahas sebaran mahasiswa terutama yang berada di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). Bisa jadi kuota mahasiswa yang dipilih PTN akan bergeser lagi untuk memenuhi pemerataan daerah 3T.

Setelah semuanya disepakati, panitia pusat akan mengumumkan hasil finalnya pada tanggal 27 Mei 2014.

Humas SNMPT lainnya Bekti Cahyo Hidayanto mengatakan, hasil SNMPTN bisa dilihat di situs resmi www.snmptn.ac.id atau dilihat di lima PTN yakni ITS, UNdip, ITB, UI dan UGM.

“Untuk melihatnya bisa memasukkan nama dan tanggal lahir. Nanti akan dilihat dia masuk atau tidak. Jika masuk bisa dicek dia lulus di PTN dan jurusan apa. Karena hanya per orang sehingga tidak bisa melihat temannya kalau tidak tahu tanggal lahirnya,”tegasnya.

 

Fields with * are required.

Komentar

No results found.

Berita Lainnya

JADWAL SHOLAT

FOTO KEGIATAN

#

Online Chat

Social Media

#
#
#
#

Hukum Inspektorat

TAUTAN

# # # # # #

FACEBOOK

 

TWITTER